My Story

Sebuah kisah nyata dari DIARY...mengenai perjalanan hidupku.


Selamat Datang
Links
Google
Gmail
Yahoo
Blogger
Ludruk Kartolo Rek "Gratis"
Berita Terkini
Dunia Artis
Game Gratis
MP3 Gratis
Seputar HandPhone
Otomotif
Software Gratis
It's Me

 

 

 

 

Angka Keberuntungan

Boleh Percaya...boleh tidak, setiap orang sudah punya peruntungannya sendiri-sendiri. Bagiku keberuntungan adalah anugrah dari Tuhan...manusia hanyalah bisa berusaha. Dalam setiap mengerjakan sesuatu, aku selalu sungguh-sungguh...namun terkadang hasil yang didapatkan tidak seindah yang dibayangkan. Tetapi juga bisa sebaliknya, sesuatu yang dianggap sampah...malah bisa menghasilkan. Apapun yang terjadi, aku percaya semua itu adalah anugrah Tuhan. Kalaupun itu jelek menurut kita, mungkin baik bagi Tuhan. Kalau kita pikir-pikir lagi, semua kejadian pasti ada hikmahnya....sungguh Tuhan itu Maha Pengasih dan Penyayang.

Dalam perjalanan hidupku....secara tidak sadar ternyata aku tidak pernah jauh dari angka-angka. Mungkin karena itu kebutuhan manusia, atau mungkin karena aku senang dengan angka-angka. Setelah aku renungkan ternyata aku ada hubungan dengan angka 4 (empat), mungkin itu angka keberuntunganku. Coba lihat hasil ujian nasionalku dari SD, aku selalu gerogi dalam menghadapi ujian sehingga hampir dapat dipastikan bahwa hasilku tidak sebaik harapan guru-guruku. SD nilai NEM-ku 34,95 ....tuh ada nilai empatnya kan. Mungkin itu hanya kebetulan, tapi coba di cek nilai NEM SMP-ku 44,42. Mungkin juga kebetulan itu terjadi, namun coba lihat lagi hasil NEM SMA-ku 54,94. Wow...aku sendiri juga heran...mungkin kalau ada sekolah sejenis di atas SMA yang ujiannya sama jadi 64,44 hehehe....


Bukan hanya hasil ujian itu...semester pertama masuk SMP, aku juara 4 di kelasku. Begitu juga semester pertama masuk SMA, aku juga juara 4 di kelasku....anehnya? begitu kuliah...semester pertama IP-ku 3,44...jadi tambah aneh kan? Mulai jatuh cinta juga pada semester 4. Sebenarnya aku juga anak ke-4 (namun kakakku meninggal waktu masih kecil). Jadian sama cewek (sekarang bini) tanggal 14, punya anak cewek satu-satunya...lahir bulan 4. Dalam kerja...diberitahu SVP untuk mutasi ke kantor pusat juga bulan 4. Sampai punya mobil pertama pun, nomor polisinya 1434 bahkan nomor mobil sekarang juga masih ada angka 4 nya, yaitu 1431.

Itu contoh angka 4 yang langsung muncul...belum lagi yang tersembunyi. Contohnya: Nikah tanggal 13 (1+3=4), bahkan hitungan weton kelahiranku menurut jawa= 13 (Kamis Legi=8+5). Aku lahir tanggal 26 (6-2=4), Istriku lahir juga tanggal 4. Wah...jangan-jangan nanti istrinya juga 4 hehehehehe......

Bagaimana dengan anda, apa punya angka keberuntungan?

Labels: , , ,

Baca Selengkapnya...!!!

posted by Andik Yudiarto @ 4:40 PM, ,

Nyawa Kedua

Nyawa bagi setiap orang adalah penting adanya, tanpa yang satu itu...manusia hanyalah seonggok bangkai saja. Tanpa nyawa selama 40 hari maka akan keluar belatung dari tubuh manusia. Begitu hebatnya nyawa yang tak tampak itu. Tidak tampak bukan berarti tidak ada, yang tidak tampak mempunyai kekuatan yang luar biasa. Jika manusia sadar tentang sesuatu yang tidak tampak itu maka manusia akan menjadi hebat sekali (Hasil training PKP oleh Bpk Johnny Sardjanto hehehe....). Tapi hal itu memang benar adanya...yang tidak tampak BUKAN berarti tidak ada....yang tak nampak MEMPUNYAI kekuatan yang luar biasa...sebagai ilustrasi kecil: Listrik...tidak ada orang yang bisa melihatnya...tapi kekuatannya sungguh RUARRRR BIASA :)


Itulah contoh kecil..LISTRIK...Bagaimana dengan NYAWA? tanpa nyawa...dalam 40 hari...tubuh manusia mengeluarkan belatung...NYAWA JAUHHHHHH...LEBIH HEBAT dari pada listrik dan benda-benda tak tampak lainnya, sehingga bisa disimpulkan bahwa NYAWA itu sangat berharga. Meskipun begitu..aku hampir saja kehilangan sesuatu yang sangat berharga itu.

Sewaktu kecil...usia sekitar 8-9 tahun...saat itu anak-anak seumuranku memang lagi masa-masa ingin mencoba segala hal. Rumahku dekat dengan 2 sungai yang lumayan besar, yang satu airnya deras sekali dan yang satu lambat karena sungai untuk irigasi yang sudah dibendung sehingga aliran bisa dikendalikan. Sewaktu agak surut airnya, aku dan teman-temanku paling senang jika berenang di siang-sore hari...di sungai yang deras airnya maklum hawa di tempatku memang lumayan panas, di samping itu sungainya masih asri. Aku mulai belajar renang dan sedikit-sedikit bisalah. Selain renang biasanya kita juga main bola...senang sekali apalagi saat hujan-hujan, tak pernah terlupakan sampai sekarang. Suatu hari...kami main bola bersama-sama orang-orang dewasa...gak terasa karena asyiknya main ditengah hujan yang lebat, hari ternyata sudah petang. Lumpur memenuhi tubuhku dan teman-teman...maklum kita main bola di kebun kecil dekat sungai irigasi. Teman-teman mengajak untuk mandi di sungai, awalnya aku menolak karena sudah petang...namun aku pikir gak ada salahnya karena tubuhku kotor sekali oleh lumpur. Begitu sampai di sungai...mataku terbelalak karena sungainya hampir meluap...temen-temen yang sudah fasih renang sih malah tambah senang namun aku jadi berpikir dua kali karena aku gak begitu bisa berenang. Tanpa pikir panjang...kegembiraan bersama teman-teman yang membuatku ikut masuk ke sungai itu, namun apa yang terjadi?

Sewaktu menyeberang sungai...aku ternyata sudah kelelahan...tenagaku sudah habis buat main bola. Akhirnya aku hanyut...aku tenggelam...entah berapa banyak air sungai yang kuminum saat itu, nafasku sesak dan aku berusaha untuk menyelamatkan diri. Beruntung masih ada salah seorang teman kecilku yang melihatku tenggelam dan berteriak..."Andik Tenggelam!!! Andik Tenggelam!!!..." Kontan saja teman-teman yang sudah gede dan fasih berenang keluar dari air sungai dan dua orang lari ke arahku...langsung menyebur dan menyelamatkanku. Akhirnya...aku terselamatkan...hampir saja nyawaku melayang, atau Tuhan memang memberikan NYAWA KEDUA untukku. Terima kasih Tuhan...Ternyata ENGAKU MEMANG JAUH LEBIH HEBAT DARI SEMUA YANG TAK NAMPAK.

Labels: , , ,

Baca Selengkapnya...!!!

posted by Andik Yudiarto @ 12:24 AM, ,

Hobby

Hobby, saya pikir hampir semua orang mempunyainya. Hobby adalah kegemaran yang sering dilakukan dan sang pelaku merasa betah sekali melakukannya, itu adalah definisi hobby menurutku. Ada orang yang hobby olah raga, seni dll...itulah manusia yang mempunyai "rasa". Hobby seseorang biasanya tidak terlepas dari lingkungan sekitar, baik keluarga ataupun teman sejawat.


Sewaktu kecil aku tidak mengetahui apa yang disebut hobby, namun yang jelas saat itu aku suka sekali main catur. Hobby catur itu menurun dari bapakku, beliau pecatur yang hebat. Sampai-sampai beliau sampai ke Medan gara-gara bermain catur, serta sempat menjadi juri tingkat propinsi Jawa Timur....berbagai medali masih tersimpan di rumah sampai saat ini. Namun sayang, beliau tidak begitu konsen melanjutkan hobbynya ke tingkat Nasional...alasannya sih klasik masalah dana. Beliau lebih memilih bekerja seperti kebanyakan orang dan catur hanya sebagai hobby belaka.


Secara tidak sadar karena seringnya aku melihat bapak main catur dengan teman-temannya di rumah...aku jadi ikut senang dengan permainan itu. Mulai umur 5 tahun aku sudah menguasai permainan itu dengan berbagai pembukaan dan strategi. Bahkan pernah waktu aku di usia itu diadu dengan orang-orang dewasa sewaktu berkunjung ke Batu (Malang), aku ditaruhin...dan aku senang sekali dapat duit banyak hehehehe....seingatku Rp. 1500 sudah merupakan nominal yang besar bagiku.


Tidak terasa sewaktu umur 9 atau 10 tahun, seingatku waktu itu kelas 4 SD...diadakan kejuaraan catur untuk remaja di daerahku. Bapak mendukung aku untuk mengikuti kejuaraan itu...alhamdulillah aku menang menjadi Juara I. Aku senang sekali...tiba-tiba saja aku jadi perhatian orang banyak. Hadiah diberikan padaku saat upacara hari senin....aku dipanggil maju untuk menerima hadiah...bahagia sekali rasanya. Mulai saat itu aku sering diundang main catur ke berbagai tempat, bahkan pernah dimasukkan tim SMP untuk mengikuti PORSENI...padahal aku masih kelas 5 SD.


Namun sayang waktu itu gak ada sekolah UTUT hehehe....hobbyku ternyata hanyalah hobby sebagaimana bapakku. Aku tidak fokus lagi karena aku lebih memilih sekolah sehingga jarang sekali main catur...mungkin juga karena tidak ada yang membimbingku. Hobbyku akhirnya beralih dari catur ke musik. Aku mulai mempelajari bermain gitar, tetanggaku yang ngajarin. Dia bagus sekali mainnya...bahkan untuk melodi, maklum orang kursusan...dia pemain gereja. dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama aku sudah bisa memainkan alat musik gitar, mulai belajar melodi dan not balok. Namun hobbyku ini tidak jauh beda dengan hobbyku sebelumnya...hanya hobby, pernah buat grup band namun hanya di SMP saja.


Menginjak SMP...semua teman-temanku mulai mempelajari seni bela diri, rasanya tidak ada yang tidak mempelajarinya. Bermacam-macam bela diri yang diikuti teman-temanku, ada Karate, Cimande, Tapak Suci, Cempaka Putih, Setia Hati, dll. Diam-diam aku coba cari tahu bela diri mana yang terbaik, setelah menemukan tempat terbaik...aku bersama sorang temanku mendaftar untuk ikut bela diri...aku memutuskan ikut "PERISAI DIRI". Setiap orang harus mempunyai suatu perisai diri agar selamat dalam hidupnya. Aku kagum mengikuti bela diri ini karena tidak semata-mata mengajarkan jurus-jurus tetapi banyak sekali filosofinya. Sebagai contoh dalam perisai diri, ilmunya dibagi 3 yaitu teknik (silat), pernafasan, dan kerohanian. Ilmu silat diajarkan pertama kali...."gerak", geraklah yang pertama dilakukan manusia saat lahir....paling tidak gerak jantung. Bagaikan membuat rumah, gerak adalah pondasinya, nafas tiangnya dan kerohanian adalah atapnya. Jadi pendekar di Perisai Diri tidak akan kelihatan SANGAR seperti pada bela diri lainnya.


Dalam gerak pun, teknik yang diajarkan juga mengandung filosofi tinggi. Teknik-teknik tersusun rapi mulai dari burung-burung (mliwis, kuntul, garuda) sampai harimau, naga, satria, sampai teknik tertinggi "PUTRI" (Manusia). Manusia adalah makhluk paling sempurna dan Putri adalah makhluk yang mulia, dari teknik putri ini yang tertinggi adalah PUTRI SEMBAHYANG. Dalam gerak pun yang pertama diajarkan adalah sikap-sikap, sikap yang baik yang diajarkan...sehingga diharapkan dengan sikap yang baik akan baik dalam silat juga baik dalam bermasyarakat sehingga bisa selamat menjalani hidup di dunia ini. Jadi gak perlu SAKTI....karena memang tidak ada orang sakti di dunia ini, sakti itu kata orang jawa "Adoh saka sangkaning mati" (Jauh dari datangnya MATI)....saya pikir tidak ada yang seperti itu karena semua orang bakal mati, tinggal matinya dalam keadaan baik atau buruk. Suatu saat akan saya tulis tersendiri mengenai "PERISAI DIRI", namun yang jelas aku mulai menekuni hobby yang satu ini mulai kelas satu SMP sampai sekarang. Meskipun sekarang sudah jarang latihan lagi seperti dulu hehehehehe....


Puncak-puncaknya olah raga aku lakukan sewaktu SMP sampai Kuliah, makanya tubuhku tumbuh dengan cepat di masa itu. Tidak kecil lagi seperti sewaktu masih SD...sekarang sudah normal hehehehe....di atas 170 cm. Selain bela diri, bulu tangkis juga sempat jadi hobby sewaktu SMP dan sekarang hobby itu aku jalani untuk menjaga kesegaran tubuh, seminggu sekali aku main bulu tangkis. Rasa seni yang pernah ada kembali muncul, aku adalah orang yang selalu ingin bisa terhadap apa yang orang lain bisa. Bagiku manusia itu sama, apa yang orang lain bisa maka aku juga bisa jika mau menekuninya. Makanya aku coba belajar untuk bisa main keyboard...akhirnya dengan mempelajarinya maka aku juga bisa...sekarang aku pengin bisa biola. Itulah hobby-hobbyku yang akhirnya menjadi semua obsesiku.

Labels: , , , ,

Baca Selengkapnya...!!!

posted by Andik Yudiarto @ 4:14 PM, ,

Uang Saku

Saat aku sudah memasuki bangku sekolah dasar, kehidupan keluargaku sudah lebih mapan dibandingkan saat kakak-kakakku masih kecil. Namun begitu untuk uang jajan....kayaknya gak begitu ada, yang penting sudah makan. Saat kakak-kakakku masih kecil, mereka harus berjualan gorengan keliling kampung agar bisa nambah penghasilan orang tua serta ada uang jajan. Aku tidak pernah mengalaminya, namun aku bisa rasakan bagaimana sulitnya saat itu. Sampai-sampai...menurut cerita kakaku, ada seorang teman yang bapaknya kasihan melihatnya berjualan keliling kampung dan akhirnya....gorengannya disuruh dimakan sendiri bersama anaknya dan dibayar penuh hehehehe.....

Bapak dan Ibuku sebenarnya tidak tinggal diam, namun memang keadaan yang tidak memungkinkan. Bapak seorang security di sebuah BUMN dan Ibuku orang yang hebat, beliau selalu berwirausaha untuk membantu Bapak. Seingatku, dulu Ibu pernah membuka warung kelontong...tapi habis diutangin orang dan gak balik. Habis itu buka salon kecantikan...sempat jalan beberapa tahun tapi akhirnya tutup, pernah juga buka tempat jahitan....laku sekali tapi karena usia akhirnya gak tahan juga (maklumlah...manajemennya kurang bagus). Tidak berhenti di situ saja...sampai sekarang beliau menjadi Dukun Beranak. Aku Salut pada Ibuku....di hari Ibu ini...rasanya aku ingin memeluknya untuk ucapkan terimakasih...namun sayang beliau jauh dari tempat tinggalku.

Walaupun begitu...di tahun '80-an rasanya kondisi saat itu masih sulit buat kami. Hampir tiap hari aku sekolah tanpa uang saku, hal itu tidak membuat aku minder...meski saat istirahat hampir selalu gigit jari melihat teman-teman yang jajan....namun terkadang ketika Ibu punya uang...aku masih dikasih uang jajan Rp. 10-25. Cukuplah buat beli kerupuk ato es...lumayan hehehe....Suatu hari tepat akhir bulan Ramadhan semua orang pada sibuk beli pakaian dll tapi orang tuaku kelihatannya kalem-kalem saja, aku mengerti...jangankan beli baju baru dan uang saku untuk Idhul Fitri...uang jajan saja jarang sekali dapat.

Aku memakluminya...sehingga meskipun saat itu postur tubuhku sangat kecil maklum masih 8 tahunan, aku tidak berhenti untuk mencari cara mendapatkan uang saku. Di akhir Ramadhan waktu itu aku coba untuk ikut kerja dengan orang...iya kuli kasar, aku ikut nurunin dan naikin batu bata ke pick up untuk diantar ke pembeli. Meski haus melanda tenggorokanku...karena puasa yang kujalani tapi tidak membuat surut keinginanku untuk mendapatkan uang saku. Dari pagi sampai maghrib, aku ikut membantu mengerjakan pekerjaan kasar itu...walhasil...lumayan aku dikasih Rp. 500. Bahagianya saat itu mendapat bayaran dari jerih payah sendiri...kusimpan uang itu, namun aku hanya sanggup untuk satu hari itu saja....capek rasanya. Tepat sehari sebelum Idhul Fitri...aku coba jalan-jalan ke pasar, rumahku memang dekat pasar kira-kira 100 m. Rupanya aku melihat peluang dapat duit...aku ikut tukang parkir sepeda, dari pagi sampai sore aku bantu memarkir dan mengambilkan sepeda orang yang di parkir di dekat pasar. Aku gak nyangka...ternyata hasilnya banyak juga, setelah dibagi-bagi...aku dikasih Rp. 2000. Wow...senang sekali rasanya...akhirnya ada uang saku buat Idhul Fitri, aku cerita sama Ibuku...beliaupun tersenyum...yang penting HALAL.

Labels: ,

Baca Selengkapnya...!!!

posted by Andik Yudiarto @ 4:40 PM, ,

Cita-citaku

Cita-cita...hmmmm...semua orang sepertinya mempunyainya, tanpa cita-cita rasanya hidup ini menjadi hambar...tidak ada asa/harapan yang ingin diraih. Kami tiga bersaudara mempunyai cita-cita yang berbeda-beda. Sewaktu kecil dulu seingatku, ketika kakak pertamaku ditanya tentang cita-cita...dia katanya bercita-cita ingin menjadi "TENTARA"....enak bawa bedel (bergedel bahasa jawa)...hehehehe....semua orang tertawa. Salah aksen "homograf"....susah saya nulisnya, seharusnya bawa senjata. Namun sekarang cita-cita kakak pertamaku tidak kesampaian, dia tidak jadi tentara namun menjadi "Security" pada BUMN....hehehe...rupanya memang bawa bedel (bergedel bahasa jawa) karena setiap berangkat kerja selalu dibekali makanan itu hihihihi...

Lain lagi dengan kakak keduaku, sewaktu kecil dia ingin menjadi "PRAMUGARI". "Enak naik pesawat terus"...katanya, maklum kami sekeluarga belum pernah naik pesawat waktu itu. Namun apa yang terjadi sekarang? kakakku seorang guru SMA disekolah swasta, maklum belum jadi PNS. Rupanya semua saudaraku tidak bisa mencapai cita-citanya.


Tahukah anda apa cita-citaku sewaktu kecil? hmmmm...sewaktu kecil aku ditanya tentang cita-cita, aku jawab, "ingin menjadi orang kaya....enak...nanti ibuku akan aku belikan kalung emas sebesar rantai kapal, dan bapakku cukup roti tawar dan susu coklat". Hehehe...maklum kesukaan bapak memang roti tawar plus susu coklat. Itulah cita-cita sewaktu kecil...namun yang namanya cita-cita selalu bisa berubah. Suatu ketika aku ketemu dengan seorang kyai di Jember, setelah ngobrol lama akhirnya dia mengenaliku karena mengenali kakekku. Beliau bercerita, sewaktu kecil masih ingusan, beliau bermain ke rumah kakekku yang DUKUN JAWA...tiba-tiba kakekku bilang pada beliau, "Kamu mbesok (suatu saat nanti) jadi Kyai". Sudah lama sekali beliau melupakannya...namun ternyata yang dikatakan kakekku benar, beliau sekarang menjadi Kyai.

Saat itu juga aku jadi mikir...dulu kakekku juga bilang sesuatu kepadaku, kakekku bilang "Kamu mbesok (suatu saat nanti) menjadi orang besar". Mulai saat itu aku meniatkan diriku untuk menjadi orang besar..."PRESIDEN" itulah cita-citaku. Rasanya aku sudah berada dalam track yang benar saat ini, tinggal meluruskan niat dan menguatkan langkah. Semoga jika aku benar-benar menjadi seorang presiden suatu saat nanti, biar tulisan-tulisan ini menjadi bagian dari perjalananku.

Labels: ,

Baca Selengkapnya...!!!

posted by Andik Yudiarto @ 4:22 PM, ,

Piala Pertamaku

Suasana berbeda aku rasakan ketika menginjak sekolah SD, semua seakan-akan bagiku terasa serius sekali. Masa bermain yang baru satu tahun kurasakan sudah berkurang jauh. Untungnya waktu itu guruku termasuk orang yang sabar, beliau tetangga rumahku dan belum nikah sampai sekarang. Aku gak tahu kenapa namun yang jelas hidupnya benar-benar diabdikan buat dunia pendidikan. Jika kita lihat nasib guru kita seperti itu, rasanya...kita adalah orang yang paling beruntung dan durhaka orang yang tidak menghargai gurunya.

Terlepas dari kisah tersendiri mengenai ibu guru pertamaku sewaktu SD yang sekaligus menjadi wali kelas, aku sudah tidak merasa begitu gunda lagi. Tiap hari aku masuk seperti biasa, sekolah hanya 3 jam. Diam-diam Ibu guru ternyata melihat bakatku saat itu yang menurut beliau aku berani tampil di depan umum (meskipun sebenarnya aku ini pemalu).


Suatu ketika ada kejuaraan di tingkat kecamatan untuk DEKLAMASI, aku diikutkan kejuaraan tersebut. Aku sebenarnya malu mengikuti kejuaraan tersebut...bukan hanya karena aku malu tampil di depan umum namun juga karena kejuaraan itu diperuntukkan untuk anak TK. Hehehehe....maklum saat itu postur tubuhku relatif kecil bahkan sampai menginjak sekolah SMP. Saat itu dianggap sebagai anak sekolah Nol Kecil pun semua juga percaya.

Rasa malu itu hilang karena dukungan orang-orang di sekelilingku...Ibu guru, Ibuku, Bapak dan semua saudaraku mendukungku. Ternyata dukungan dari orang-orang terdekat sewaktu dalam kesempitan sangatlah membantu. Tiap hari sepulang sekolah, aku selalu dijemput oleh Ibu guru TK untuk dilatih di sekolah TK. Seingatku 2 minggu lamanya latihan itu....sambil berada di atas meja yang sudah disusun...aku mulai melantunkan DEKLAMASI...berjudul "PAHLAWANKU".

Tiba saatnya kejuaraan digelar....aku lupa tepatnya, namun yang kuingat hiruk pikuk, hingar bingar, tepuk tangan serta sorak sorai penonton menggema di gedung itu. Dengan dandanan bandana ala pejuang, aku berhasil melakukan tugasku dengan baik...semua orang terpukau...tim dari sekolah tidak henti-hentinya mengucapkan selamat, aku pun merasa tersanjung. Saat pengumuman berlangsung...ternyata aku tidak menjadi juara 1 hanya juara 2, hal itu membuat gelombang protes berlangsung. Aku gak perduli, mungkin juga aku saat itu tidak begitu mengerti...yang penting aku sudah berbuat semampuku. Piala pertamaku...membuat aku menjadi lebih percaya diri...meskipun hanya juara 2...serta hanya kejuaraan anak TK.

Labels: ,

Baca Selengkapnya...!!!

posted by Andik Yudiarto @ 4:57 PM, ,

Kuberanikan Sekolah TK

Tak terasa umurku sudah menginjak 5 tahun. Tiap pagi, aku selalu bermain di luar rumah tanpa teman karena hampir semua teman sebayaku sudah bersekolah semua. Andik kecil dulu memang kecil sekali...sampai-sampai aku minder dan tak berani untuk sekolah. Pendeta depan rumahku meminta kepada orang tuaku untuk memasukkan aku pada sekolah minggu di gereja tepat depan rumahku. Orang tuaku menolak karena memang berbeda keyakinan. Sebenarnya ada sekolah dekat rumahku, kira-kira 100 meter jaraknya. Tiap hari Sabtu, teman-teman yang sudah duduk di bangku TK olah raga...berjalan, berbaris lewat depan rumahku. Ibu guru yang mengiringi selalu mengajakku untuk ikut bersekolah. Sebenarnya aku ingin, tapi aku takut menghadapi sesuatu yang baru. Terus terang aku iri pada teman-teman sebayaku, namun aku sulit untuk mengungkapkannya...yah...itulah kelemahanku.


Ibuku yang selalu memperhatikan aku rupanya mengerti akan kegundahan hatiku. Beliau membujukku untuk berani bersekolah. Akhirnya kuberanikan diri untuk sekolah TK...keesokan paginya beliau mengantarku ke TK Aisyiah yang dekat rumahku namun beliau tidak mendaftarkan aku, hanya menitipkan saja. Hari demi hari kujalani, meskipun awalnya takut tetapi ternyata aku bisa menikmatinya dan berani bergaul meski sering berkelahi...hmhmhm...meskipun kecil tapi kalau sudah tersinggung masalah harga diri, aku akan mempertahankannya apapun yang terjadi.

Setelah melihat dan memperhatikan perkembanganku, Ibu guru meminta orang tuaku untuk mendaftarkan secara resmi...malahan aku langsung masuk ke kelas O (Nol) besar. Maklum, aku termasuk murid paling pandai saat itu meskipun aku baru masuk sekolah. Itu karena aku cepat untuk mengerti tentang semua yang diajarkan oleh ibu guru. sehingga aku hanya merasakan 1 tahun di bangku TK dan langsung masuk SD di usia 6 tahun.

Terima kasih Ibu yang telah mengerti aku...

Labels: ,

Baca Selengkapnya...!!!

posted by Andik Yudiarto @ 4:27 PM, ,


Postingan Sebelumnya
Kunjungi !!!
Bisnis 5 Milyar
Prinsip Bisnis
Frenstore
Selanjutnya
Cari Dalam Blog Ini
Isi Buku Tamu

ShoutMix chat widget